Salam untuk senja
Kuberi tahu sesuatu, langit sore dihiasi warna yang menghangatkan hati dan menenangkan fikiran itu diberi nama senja. Senja yang selalu tersenyum ketika kuhampiri meskipun hatinya dalam keadaan kacau, mungkin.
Menghampiri senja adalah sesuatu yang sangat aku tunggu di akhir pekan seperti ini. Lihat dia sedang tersenyum kearahku begitu hangat rasanya. Memetik gitar dibawah lindungan senja membuat suasana semakin nyaman. Orange warnanya, lembut suaranya, dan indah dipandang seakan tak ingin mengedipkan mata sekalipun. Membuat hati ingin memilikimu selamanya. Hei senja bisa kah kau tak seindah itu agar aku tak serakah menikmatimu sehingga melupakan bahwa langit bukan hanya kau saja.
Aku selalu membuat segala cara agar bisa terus melihatmu disetiap harinya namun bumi tetap berputar. Akan ada masanya aku tak bisa lagi mendapatimu seperti sekarang ini. Jujur aku merindukanmu namun daya ini hanya bisa mengingat masalalu dan kenangan yang tak akan pernah terulang kembali.
Saat ini sudah tak seperti dulu lagi, aku mulai menyadari sesuatu yang seharusnya sedari dulu. Bahwa senja memang bukan untukku seorang, ia hanya menjalankan tugasnya menghangatkan semua mahluk hidup di dunia ini. Mungkin disana senja punya tempat pulang yang membuatnya lebih nyaman karena ia selalu datang dan pergi. Selalu dengan pola yang sama, datang yang hanya sebentar dan pergi dengan waktu lama.
Ada satuhal yang kusadari setelah senja akan ada indahnya malam dengan hamparan bintang, langit pagi dengan kesejukan hati dan senyuman mentari siang yang selalu memiliki semangat membara. Karena pada dasarnya kau bukan untuk kumiliki, melainkan hanya kunikmati keindahaan nya dari jauh.
Meringis hati ini jika menyadari suatu kenyataan yang menyakitkan. Mau tak mau harus bisa menerima semua kenyataan ini. Hei senja kini aku hanya bisa mendengar kabarmu dari orang lain tanpa kulihat kau langsung. Kudengar kau semakin indah dengan senyumanmu tanpaku ya. Mungkin ini lebih baik karena aku akan senang mendengar semua carita tentangmu. Aku tak lagi ada kuasa hati untuk berharap bisa memilikimu seorang karena kau memang bukan untuku.
Salam untuk senja yang selalu kurindukan sampai kapanpun aku tak akan pernah bisa meninggalkan senja. Hanya saja semesta belum memberikan restu untuk kita bersama dan menghabiskan waktu seperti dulu. Aku yang kini tengah berfokus pada tujuanku hingga saat nya tercapai. Disaat itu aku berjanji pada diriku untuk menemuimu kembali asalkan kau memang masih ingin aku datang. Jika kau memang tak ingin aku datang katakanlah padaku bukan pada orang lain.
Shinta Puspitasari
Komentar
Posting Komentar